Kabupaten Halmahera Selatan

Nama Resmi :

Kabupaten Halmahera Selatan

Batas Wilayah :

Utara: Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate

Selatan: Laut Seram

Barat: Laut Maluku

Timur: Laut Halmahera

Luas Wilayah

Luas Kabupaten Halmahera Selatan (40.236,72 Km2) terdiri dari luas Lautan 31.384 Km2 (78%), luas daratan 8.852 Km2 (22%).

Administrasi Pemerintahan

Ibukota: Labuha

30 Kecamatan

249 Desa

237 Desa Pesisir (95%)

12 Desa Non-Pesisir (5%)

Demografi

Jumlah Penduduk: 187,455 Jiwa

Laki-laki: 95.089 (50,7%)

Perempuan 92.366 (49,3%)

Agama

Islam 70%

Kristen 30%

Mata Pencaharian

Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, Pertanian >80%

Lain-lain <20%

Sejarah

Pembentukan sejarah kerajaan Moloku di mulai pada tahun 1252 dengan Baab Mansur Malamo sebagai penguasa I.

Berdasarkan Zeif Beztur Regeling Tahun 1930, Maluku Utara dibagi dalam 3 (tiga) Swapraja yaitu :

1.Kesultanan Ternate

2.Kesultanan Tidore

3.Kesultanan Bacan

Tiap Kesultanan dibagi menjadi distrik membawahi onder Distrik yang dikepalai oleh Holf, yang diangkat dan diberhentikan oleh sultan yang bersangkutan.

Pada tahun 1957 lahirlah Undang-undang No 1 Tahun 1957 tentang pembagian wilayah Pemerintahan menjadi Pemerintahan Swapraja yang dipimpin oleh Kepala Pemerintahan setempat atau di sebut KPS.

Pada masa Inpassing pemerintahan pada tahun 1960, daerah-daerah di pecah dalam bentuk distrik.

Perubahan pemerintah distrik di rubah menjadi Camat. Pada tahun 1957 camat Haerie menjadi camat pertama di kecamatan Bacan, yang sekarang setelah lahirnya Undang-undang No. 1 tahun 2003 tentang pemekaran wilayah Kabupaten Maluku Utara, dimana Labuha sebagai ibukota Kabupaten Halmahera Selatan, terdiri dari 9 (sembilan) Kecamatan yang dipimpin oleh Bupati. Yang aktifias Pemerintahannya mulai berjalan pada tanggal 9 juni 2003.

Arti Logo

Lambang daerah kabupaten Halmahera Selatan bernama “SARUMA” yang bermakna tekad segenap unsur masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan untuk mewujudkan semangat kebersamaan, kerukunan hidup beragama dan bermasyarakat demi keutuhan dan kemakmuran Kabupaten halmahera Selatan ke depan.

Bentuk DasarLambang daerah adalah perisai bersudut lima mencerminkan kebulatan tekad seluruh masyarakat Halmahera Selatan untuk menghadapi segala macam tantangan, halangan dan gangguan dari manapun terhadap keutuhan NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 1945.

Didalam perisai bersudut lima, terdapat:

a. Sebuah bintang keemasan

b. Sembilan helai daun sagu berwarna hijau

c. enam buah cengkih

d. Seekor burung elang berwarna kecoklatan

e. sebuah rumah dengan atap berwarna coklat dengan sembilan tiang penyangga

f. Sebuah perahu berwarna putih dilingkari warna merah

g. empat buah penyangga perahu berwarna hijau dilingkari warna putih

h. Angka 2003

Perihal tppmalukuutara
Informasi Kegiatan Fasilitator TPP Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: