Halmahera Timur

Secara Adminstratif Kabupaten Halmahera Timur adalah salah satu Kabupaten di Propinsi Maluku Utara yang dimekarkan pada tanggal 31 Mei 2003, terdiri dari 4 Kecamatan dan 45 Desa. Wilayahnya terdiri dari sebagianHalmaherabagian Timur dan beberapa pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. Beberapa daerah ini diantaranya Maba yang sekarang oleh Pemerintah Daerah Propinsi Maluku Utara ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Halmahera Timur, Buli, Subaim, Ekor, Sondo-sondo, dan Wasile.

Daerah yang disebutkan diatas yang ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten memiliki latar belakang sejarah sebagai basis perjuangan Sultan Nuku Sultan Tidore, yang berjuang melawan penjajah Belanda, yang pada waktu itu menempatkan Maba sebagai salah satu pusat perjuangannya, sehingga sampai sekarang ada beberapa peninggalan yang bisa mengingatkan kembali tapak sejarah perjuangan masa lalu, salah satunya yaitu nama Desa diantaranya Soa Gimalaha dan Soa Sangaji (Gimalaha dan Sangaji adalah dua jabatan dalam struktur Pemerintahan Kesultanan Tidore).

Berbagai potensi yang dimiliki daerah ini masih sangat potensial untuk dikembangkan dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam sebagai pengembangan potensi daerah di masa mendatang. Oleh karena itu, masih sangat luas peluang investasi yang dapat dimanfaatkan pada beberapa bidang potensi yang menjadi unggulan daerah Halmahera Timur, diantaranya potensi perikanan, pertanian, pertambangan, dan hasil hutan, serta perkebunan.

Goegrafis

Secara geografis Kabupaten Halmahera Timur terletak pada :

- 25¹ - 1° 47¹ Lintang Utara

- - 0° 40¹ Lintang Selatan

- 126° 45¹ - 130° 30¹ Bujur Timur

Dengan luas wilayah 14.202,01 Km² dengan batas-batas wilayah :

- Sebelah Selatan barbatasan dengan Patani dan Weda (Kab. Hal-Teng)

- Sebelah Utara berbatasan dengan LautHalmaheradan Kab. Hal-Ut)

- Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Kao (Kab. Hal-Ut dan Kab Hal-Teng)

- Sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Buli dan Perairan Prop. Irian Jaya Barat

Secara Administratif Pemerintahan Kabupaten Halmahera Timur terbagi dalam 4 Kecamatan dan 45 Desa, dengan curah hujan rata-rata 2.500 mm / tahun dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 21° C – 34° C.

Demografi

a. Penduduk

Kabupaten Halmahera Timur dengan luas wilayah 14.202, 01 Km² memiliki jumlah penduduk pada tahun 2004 sebesar 54.905 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk rata-rata sebesar 8,43 jiwa / Km², serta laju pertumbuhan penduduknya rata-rata 2,63 % per tahun.

b. Angkatan Kerja

Dari data Angkatan Kerja menurut usia, dapat dicatat bahwa pada usia 11 – 15 tahun dan 16 – 59 tahun adalah adalah usia produktif. Dengan demikian, maka jumlah angkatan kerja yang tercatat menurut usia 11 – 15 tahun sebesar 15.153 jiwa dan usia 16 – 59 tahun 37.546 jiwa, dengan demikian jumlah angkatan kerja sebesar 52.699 jiwa.

Dari jumlah di atas, pada beberapa sektor dapat dicatat telah terserap pada sektor Petani - Nelayan 8.612 jiwa dan sektor Pemerintah 746 jiwa, selebihnya pada sektor usaha swasta dan perdagangan serta pengangguran.

Daftar pencari kerja yang tercatat menurut kualifikasi pendidikan diantaranya berpendidikan SD = 9.047 orang, SLTP = 2.167 orang, serta 771 orang tercatat berpendidikan SLTA, dan Perguruan Tinggi dibawah 300 orang.

Daerah Kabupaten Halmahera Timur memiliki Tingkat Pertumbuhan Ekonomi rata-rata sebesar 5,03 % per tahun, dengan Tingkat Pendapatan yang diukur dengan Product Domestic Regional Bruto (PDRB) sebesar 6,30 % per tahun. Dimana dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang ada, dapat dicatat bahwa pada sektor usaha yang tercatat turut andil dalam pengembangan pertumbuhan ekonomi daerah, dimana terdapat beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah ini, diantaranya 1 buah perusahaan PMDN, 19 Perusahaan Swasta Nasional, serta 15 Perusahaan Swasta Daerah, yang terbagi dalam beberapa sektor usaha diantaranya sektor pertambangan, kehutanan, dan sektor jasa konstruksi.

Sumber Daya Alam

1. Pertanian

Jenis tanaman pangan yang cocok untuk dikembangkan pada daerah dengan struktur tanah yang ada diantaranya tanaman padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau, serta beberapa jenis buah – buahan diantaranya jeruk, semangka dan melon.

Dengan mengunggulkan jenis tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai petani di daerah ini telah memanfaatkan lahan pertanian seluas 8.118 Ha yang sudah diolah dari ketersediaan lahan seluas 238.916 Ha lahan pertanian, sisianya seluas 230.798 Ha tercatat sebagai lahan yang belum diolah.

Untuk jenis tanaman padi, daerah Subaim adalah daerah pengembangan tanaman padi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan beras lokal di Provinsi Maluku Utara, dengan kapasitas produksi 7 s/d 8 ton / Ha / MT. Hal ini terbukti dengan adanya produksi beras dari daerah Subaim yang telah diluncurkan untuk kebutuhan stock beras lokal yang dapat dijumpai dengan beras jenis unggulan Subaim dengan kemasan “Beras Subaim cap Gunung Wato – Wato” dengan kualitas yang cukup baik.

Pada sub sektor Perkebunan juga terdapat beberapa jenis tanaman yang menjadi unggulan yaitu tanaman kelapa dalam, cengkeh dan pala dengan lahan seluas 19.952 Ha, dimana seluas 16.627 Ha adalah lahan yang sudah diolah, serta 3.325 Ha tercatat yang belum diolah.

Pada sub sektor Peternakan beberapa jenis hewan ternak yang sangat cocok untuk dikembangkan yaitu sapi potong, kambing peranakan etawah ( PE ), ayam buras, itik dan kerbau untuk sawah. Dari jenis hewan ternak yang cocok untuk dikembangkan tersebut terdapat juga ternak yang merupakan bantuan Pemerintah yang telah dikembang – biakan diantaranya sapi potong, kambing dan ayam.

1. Perikanan

Potensi sumber daya perikanan di daerah yang memiliki wilayah laut cukup luas ini yang dikembangkan yaitu usaha penangkapan ikan segar, udang, rumput laut, cumi –cumi dan teripang.

Dengan jumlah armada yang tercatat beroperasi sejumlah 275 buah, daerah ini mampu mengandalkan sektor produksi perikanan sebagaimana terlihat dalam table dibawah ini.

2. Kehutanan

Disamping potensi pertanian dan perikanan, Kabupaten Halmahera Timur juga memiliki potensi Kehutanan dengan luas hutan yang dimiliki ± 650.620 Ha. Luas ini dapat dibagi dalam beberapa jenis hutan yaitu :

- Hutan Lindung : ± 192.766,04 Ha

- Hutan Produksi : ± 89.308,68 Ha

- Hutan Produksi Terbatas : ± 194.117,40 Ha

- Hutan Konversi/APL : ± 174.427,88 Ha

Serta luas hutan yang diperuntukkan untuk Hutan Tanaman Industri HTI seluas 21.265 Ha.

Dari jumlah hutan produksi yang tersebar di Kabupaten Halmahera Timur pada tahun 2005 terdapat 6 buah Perusahaan Swasta Nasional yang mengelola hasil disektor kehutanan ini diantaranya :

Dari jumlah ketersediaan lahan seluas 650.620 Ha lahan hutan, terdapat beberapa jenis kayu yang menjadi unggulan diantaranya :

- Kayu Bulat ( 7 jenis kelompok kayu meranti, 3 jenis kayu indah, dan 2 jenis kayu

rimba campuran )

Volume kayu kelas diameter 40 cm Up ± 42,14 M3/Ha

- Hasil hutan non kayu ( Damar, Rotan, Gaharu dan Getah – Getah )

- Pengembangan pembibitan untuk rehabilitasi hutan dan lahan.

3. Pariwisata

Obyek wisata yang ada di Kabupaten Halmahera Timur yang dikembangkan yaitu wisata alam dan wisata sejarah.

Untuk wisata alam dimana terdapat 27 pulau kecil yang menjadi andalan karena pemandangannya dan keindahan bawah laut yang diperuntukan sebagai obyek wisata bahari disekitar pulau – pulau kecil.

Wisata sejarah dimana terdapat tapak sejarah perjuangan Sultan Nuku dengan peninggalan beberapa buah Benteng Belanda dan sejumlah sisa peninggalan perang dunia ke – II yang ada di sekitar Teluk Buli.

4. Pertambangan

Kabupaten Halmahera Timur memiliki ketersediaan potensi tambang yang tersebar dibeberapa daerah diantaranya Nikel, Magnesit, Kromit, Talk, Batu Gamping dan Minyak Bumi.

Dari potensi tersebut sampai saat ini yang baru tereksplorasi adalah Nikel yang terdapat disekitar Teluk Buli dan Pulau Gee, dengan ketersediaan lahan galian seluas 39.040 Ha yang sudah dieksplorasi dengan cadangan 42.763.460 ton yang diolah oleh PT. Aneka Tambang Tbk dan pelaksana oleh PT. Minerina Bhakti dan PT. Yudistira Bumi Bhakti.

Prasarana

Prasarana perhubungan yang ada di Kabupaten Halmahera Timur diantaranya Perhubungan Udara, Darat dan Laut.

Jalan darat sepanjang 334,40 Km yang dapat menghubungkan Ibukota Kabupaten Maba ke Buli dan Wasile yang melewati sekitar ± 70,40 Km jalan yang sudah diaspal dan 115,00 Km yang belum diaspal.

Pelabuhan udara yang berlokasi di Buli memiliki panjang landasan ± 900 M dan direncanakan beberapa bulan kedepan akan diperluas menjadi 1.2 Km, untuk dapat didarati pesawat berbadan besar jenis F – 27 dan ATR 42 – 300. Tipe pelabuhan udara yang ada adalah Tipe perintis yang menghubungkan wilayah Buli – Ternate PP dengan volume penerbangan 6 kali dalam seminggu dengan kapasitas daya tampung ruang tunggu bandara ± 100 – 150 orang.

Selain itu untuk perhubungan laut ada terdapat beberapa pelabuhan laut ( kayu ) dengan kelas dan tipe sebagai pelabuhan tradisional yang dapat dilabuhi kapal – kapal Perintis baik yang berbadan kayu maupun kapal – kapal besar lainnya dengan kapasitas rata – rata 120 – 300 orang penumpang dan ada satu buah pelabuhan yang dapat disinggahi kapal Feri yang menghubungkan antara Subaim – Tobelo dengan volume pelayaran 2 – 5 kali seminggu.

Sarana Penunjang

Bank

Sampai dengan tahun 2005 baru terdapat 1 buah Bank yang melayani aktifitas perekonomian di Kabupten Halmahera Timur yaitu 1 buah Bank BRI Cabang Pembantu di Subaim Kecamatan Wasile.

Hotel / Penginapan

Baru terdapat 6 buah penginapan yang berada di daerah ini diantaranya 3 buah di Buli dan 3 buah lainnya di Subaim dengan kapasitas kamar rata – rata 20 buah kamar.

Kesehatan

Pada semua kecamatan di daerah ini telah memiliki Puskesmas yang semuanya berjumlah 8 buah Puskesmas 1 buah Rumah Sakit ( di Maba ), 25 Puskesmas Pembantu dan 1 buah Polindes.

Dengan sarana tersebut ditunjang pula oleh sejumlah 7 orang Dokter Umum, 118 orang Perawat Kesehatan, 1 orang Tenaga Perawat PTT, dan 142 orang Tenaga Kesehatan yang melayani masyarakat dengan tingkat epidemic penyakit yang menonjol setiap tahunnya yaitu penyakit malaria, ispa, infeksi kulit, reumatik dan diare.

Pos dan Telekomunikasi

Di Kabupaten Halmahera Timur baru terdapat 2 buah Kantor Pos Pembantu diantaranya 1 buah di Buli dan 1 buah di Subaim. Sampai saat ini belum memiliki fasilitas kantor dan sambungan telekomunikasi.

Listrik

Sarana listrik yang terpasang pada beberapa wilayah diantaranya Buli, memiliki 4 buah mesin dengan kapasitas terpasang 742 KWA / KW dengan daya 650 KW; Subaim 6 buah mesin, kapasitas terpasang 1.090 KWA/KW dengan daya 760 KW; dan Bicoli 3 buah mesin, kapasitas terpasang 590 KWA/KW, dengan daya 570 KW.

Perihal tppmalukuutara
Informasi Kegiatan Fasilitator TPP Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: